Belitung Exotic Animals - Maxima Clam (Kima)

The maxima clam (Tridacna maxima), also known as the small giant clam, is a species of bivalve found throughout the Indo-Pacific. They are much sought after in the aquarium trade, as their often striking coloration mimics that of the true giant clam, however the maximas maintain a manageable size, with the shells of large specimen typically not exceeding 20 centimetres (7.9 in) in length.

Maxima Clam (Tridacna Maxima), juga diketahui dengan nama "Kerang Raksasa - Mini", yang menjadi salah satu spesies dari tipe kerang berkatup dua yang tersebar di seluruh kawasan indo-pasifik. Mereka juga dicari dan diperjual belikan dalam perdagangan hewan-hewan aquarium, karena mereka juga memiliki warna-warna yang mencolok sama seperti spesies "Kerang Raksasa" yang sesungguhnya, namun Maxima Clam ("Kima" dalam bahasa Belitung) mempunyai ukuran yang masih efektif, dengan cangkangnya yang tidak akan tumbuh melebihi 20 cm (7,9 inci).

Belitung's people itself can make a maxima clam as food, there are also some places preserve it as an attraction to tourists. So, if you come to Belitung Island, snorkeling, you will see this animal.
Masyarakat belitung sendiri bisa membuat maxima clam sebagai makanan, ada juga beberapa tempat yang melestarikannya sebagai daya tarik kepada wisatawan.  Jadi, jika anda datang ke Pulau Belitung, melakukan snorkeling, anda akan melihat hewan ini. 

Want to make vacation with us? Submit your email to : imajitour@gmail.com

(Kilas lagu) Joy Aditya - Wahai Sang Pemimpin

   Berbekal sedikit modal dalam menyusun notasi-notasi di software Fruity Loop, dan berbekal sedikit imajinasi untuk membuat sebuah lagu, akhirnya, setelah berkutat beberapa hari... beberapa jam... sedikit ditambah dengan beberapa menit, dan beberapa detik. Selesai sudah lagu yang aku kasih judul "Wahai sang Pemimpin" ini.

   Lumayan, dalam pembuatannya, sempat terganggu dengan adanya asam lambung yang kumat (keasyikan bikin lagu jadi lupa makan). Yang namanya koyok cabe pun udah nggak tahu habis berapa lembar, begadang sampai subuh. Awalnya, lagu ini pengen dikasih lirik cinta dan dikasih judul "Wahai Tante Cantik (WTC)", tapi setelah dipikir-pikir lagi, nggak jadi deh. Soalnya aku sendiri pun bukan penggemar "tante-tante!" hehehe. 

   Kemudian aku berpikir lagi. Enaknya dikasih judul apa ya!?! Tema cinta... nggak lagi-lagi, ah! Sudah berapa banyak lagu yang bertema cinta di republik ini? Akhirnya setelah liat-liat orang demonstrasi yang diupload di Youtube, aku punya ide! Aku pengen lagu ini jadi bertema sosial... dengan tujuan mesra untuk para pemimpin kita. "Wahai Para Pemimpin", dikasih potongan-potongan klip yang diambil dari hasil liputan televisi / kamera amatir yang dipublikasikan di youtube. Mudah-mudahan, lagu ini bisa jadi sebuah hal untuk mengintropeksi diri kita masing-masing. Bagaimanapun, kalo teringat kata-kata dari JFK, "Jangan bertanya apa yang sudah diberikan untuk negara? Tapi apa yang telah kita berikan untuk negara ini." Oke. Setidak-tidaknya, aku sudah nyumbang lagu deh... hahaha!


Wahai Pak Presiden...
Tolong pimpin kami, pimpin dengan hati
Dengar tangis kami

Kami tlah gelisah... dan kurang percaya.
Mohon engkau tanamkanlah cinta

Wahai Pak Gubernur, wahai Pak Bupati
Pimpin tempat kami, dengan hati bersih.
Jangan kau kacaukan, jaga kepercayaan.
Kami Bukan tambang kekayaan...

Biarkan-biarkan kami bermimpi, tentang warna-warni.
Kalian tinggal membuktikan, pantasnya kalian...

Oh Pak Walikota, engkau bukan Dewa.
Tapi engkau bisa, buat kami bahagia.
Kami yang sengsara, dan kami yang marah...
Tolong engkau redakanlah segera.

Kami Muak dengan kasusmu, yang berderu-deru.
Kami hanya ingin melihat, kalian bermutu....

Rockerdiningrat

Selasa sore, 30 Oktober 2012… sekitar pukul 17:00 WIB. Awal dari pemikiran ini mungkin dikarenakan sakit kepala (kata orang sih Migrain) yang cukup memuakkan sejak pukul 10:30 WIB. Otomatis sebelum terjadinya ide akan judul diatas, aku nggak bisa ngapa-ngapain. Makan sudah malas, bekerja buat cari makan, apalagi…

Terus terang saja bro, saya ini adalah seorang penggila Rockstar, meskipun nggak fanatik banget. Tapi, adrenalin rasanya mengalir deras bergumpal-gumpal seperti sungai Jakarta yang sedang banjir jika mendengarkan lagu-lagu (katakanlah) seperti “Livin on a prayer”, “Enter Sandman”, sampe “Hallo Penjahat”-dari Jamrud. Soal genre aku tidak begitu merisaukan. Mau “Glam-Rock” kek, “Hardrock”, “Rock-Rap”, atau “Borock”. Hahahahaha! Itu sih nama penyakit, kaleeeeeee!

Trus gimana, soal fotoku yang diatas… kayaknya nggak nyambung deh. Fans Rockstar, tapi fotonya udah kayak seorang akuntan yang baru saja dapat kenaikan gaji. Nah itu dia masalahnya. Disaat keliaran muncul, niat untuk berdandan kayak gini juga ikut-ikutan. Aku juga bingung brother n sis… terakhir yang aku pake itu adalah celana jeans, baju kaos gambar tengkorak, tapi sekarang malah cari kemeja… ambil kacamata ngetik, dan foto pake handphone. Padalah aku masih seneng dengan dandanan itu, kenapa? Sebab semalam (dengan baju yang sama) aku baru aja berhasil mukulin orang gila yang mau cari onar di studio!

Itulah yang aku namakan double-cross-imagination, baby! Interior sama eksteriornya bisa aja saling tabrakan nggak nyambung, dan malah terkesan “lebay” alias mengada-ada. No problem! Ini mode hari ini… pake yang serba resmi, serba culun, serba rapi, parlente kayak anak sultan… tapi langsung ngadem di studio yang panas, trus ngetik, nyalain lagu “Blood Pollution” yang pertama kali didengar dari film “Rockstar”! Bagi yang pengen tahu apa nama dandanan ini… aku bilang : “Rocker-Diningrat!” Hahahaha, berani coba guys!?!

PROMO INDIA HAI (PROGRAM DI RADIO VOICE OF BELITUNG)